Minggu, 13 Januari 2013

SISTEM INFORMASI MANAJEMAN GUDANG

DEFINISI SISTEM INFORMASI GUDANG
Sistem adalah kumpulan interaksi dari sub sistem, dan Manajemen adalah ilmu mengelola sumber daya, sedangkan Gudang adalah tempat penyimpanan barang sementara. Secara ringkas sistem manajemen gudang mengandung pemahaman : pengelolaan dari aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara. Apa saja aktifitas penyimpanan barang itu? Penerimaan dari pemasok, handling barang, pengeluaran barang ke tujuan adalah garis besar dari aktifitas penyimpanan.
Saat ini gudang memiliki arti luas dan lebih dari sekedar tempat penyimpanan saja. Gudang itu sendiri tidak menambah nilai barang secara langsung, tidak ada perubahan citarasa, bentuk, kemasan, dll. Intinya tidak ada kegiatan proses operasi pada barang, yang ada adalah aktifitas transportasi barang dari satu tempat ke tempat lainnya, itu secara umum kegiatan di Gudang.

Beberapa aktifitas di dalam gudang secara sederhana :
1. Administrasi.
2. Penerimaan barang.
3. Penyimpanan barang.
4. Pengepakan barang ke tempat yang dituju.
5. Pengeluaran barang.
Aktifitas ini saling terkait, dan secara personalia harus dikepalai oleh satu orang, semisal Kepala bagian, Supervisor atau semacamnya. Tiap kepala bagian diharuskan menguasai pengendalian pada bagiannya, pengendalian yang harus dilakukan :
1. Pengendalian Operasional
2. Pengendalian Biaya
3. Pengendalian Personalia


Meninjau secara umum sistem manajemen gudang sangat menarik bagi orang yang berkecimpung di dalamnya, mengapa? Paling tidak ada beberapa alasan :
  1. Dalam lingkup gudang SDM yang dihadapi level pekerja kasar dan sulit diatur, sehingga diperlukan sebuah pendekatan yang personal dan unik dibandingkan kantoran.
  2. Variabel yang ada sulit dikendalikan, sehingga kapasitas perlu diperbesar setiap hari dalam menangani masalah.
  3. Gudang sebagai pusat logistik namun tidak memberi nilai tambah secara langsung, sehingga prestasi kerja tidak begitu Nampak. Jadi sesempurnanya sebuah gudang, memang begitulah seharusnya dan bukan sebuah prestasi. Misal, biaya gudang harus di bawah 5%, sangat sulit, tetapi ketika kita mencapainya tidak ada prestasi tersendiri, lumrah. Beda dengan Sales yang bisa sekreatif mungkin memainkan angka-angka.
  4. Barang rusak dan hilang nilainya tinggi jika tidak ada pengendalian-pengendalian yang di
Manajemen logistik dan Pergudangan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Barang yang disimpan di gudang bisa dalam bentuk bahan baku, barang setengah jadi, suku cadang maupun produk jadi. Peningkatan produktivitas dan pelayanan pergudangan akan sangat berpengaruh pada performansi perusahaan secara keseluruhan.


Jika anda seorang pengelola sebuah gudang perlu memahami perkara ini :
  • Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam kehidupan Perusahaan.
  • Pemeriksaan/Pengujian Barang.
  • Administrasi Penerimaan Barang.
  • Administrasi Penyimpanan Barang.
  • Akuntansi Persediaan.
  • Konsep inventory control.
  • Administrasi Distribusi Barang.
  • Laporan Sistem Pergudangan.
  • Inventarisasi dan auditing persediaan
  • Pengukuran performansi sistem pergudangan dan distribusi.
  • Sistem Informasi dan Komputerisasi Sistem Manajemen Pergudangan

Hal – hal yang perlu dikaji lebih lanjut antara lain:
1. Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam kehidupan Perusahaan.
  • Evolusi sistem manajemen logistik.
  • Siklus manajemen logistik.
  • Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik.
  • Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan.
  • Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan.
  • Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan.
  • Aktivitas gudang
  • Struktur Pergudangan
  • Pemilihan Lokasi Gudang
2. Pemeriksaan/Pengujian Barang.
  • Dasar Pemeriksaan Barang.
  • Destructive dan Non destructive test.
  • Kriteria Pemeriksaan total dan sampling.
  • Penentuan ukuran sample.
3. Administrasi Penerimaan Barang.
  • Prasyarat penerimaan barang.
  • Pembentukan team penerimaan barang.
  • Kriteria penerimaan barang.
  • Sistem dan Prosedur Penerimaan Barang.
  • Dokumen penerimaan barang.
  • Berita Acara Penerimaan Sementara.
  • Berita Acara Penerimaan Barang.

4. Akuntansi Persediaan.
  • Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan.
  • Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan.
  • Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE.
  • Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi.
5. Laporan sistem pergudangan
  • laporan status persediaan
  • laporan transaksi barang
  • klasifikasi barang
6. Inventori control techniques
  • klasifikasi persediaan
  • biaya persediaan
  • sistem pengendalian persedian
  • economic order quantity
  • fixed order inventory sistem



sumber: http://saturnussoftware.wordpress.com/2012/02/12/apa-itu-manajemen-gudang/

Senin, 03 Desember 2012

PENGAWASAN


Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Controlling is the process of measuring performance and taking action to ensure desired results. Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan . The process of ensuring that actual activities conform the planned activities.

Menurut Winardi “Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan”. Sedangkan menurut Basu Swasta  “Pengawasan merupakan fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan”. Sedangkan menurut Komaruddin “Pengawasan adalah berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana, dan awal Unk langkah perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti”.

Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan atau pemerintahan telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan perusahaan atau pemerintahan. Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya pengawasan maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi dan berjalan dengan baik.

Pengawasan pada dasarnya diarahkan sepenuhnya untuk menghindari adanya kemungkinan penyelewengan atau penyimpangan atas tujuan yang akan dicapai. melalui pengawasan diharapkan dapat membantu melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan secara efektif dan efisien. Bahkan, melalui pengawasan tercipta suatu aktivitas yang berkaitan erat dengan penentuan atau evaluasi mengenai sejauhmana pelaksanaan kerja sudah dilaksanakan. Pengawasan juga dapat mendeteksi sejauhmana kebijakan pimpinan dijalankan dan sampai sejauhmana penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan kerja tersebut.
Konsep pengawasan demikian sebenarnya menunjukkan pengawasan merupakan bagian dari fungsi manajemen, di mana pengawasan dianggap sebagai bentuk pemeriksaan atau pengontrolan dari pihak yang lebih atas kepada pihak di bawahnya.” Dalam ilmu manajemen, pengawasan ditempatkan sebagai tahapan terakhir dari fungsi manajemen. Dari segi manajerial, pengawasan mengandung makna pula sebagai:
pengamatan atas pelaksanaan seluruh kegiatan unit organisasi yang diperiksa untuk menjamin agar seluruh pekerjaan yang sedang dilaksanakan sesuai dengan rencana dan peraturan.”
atau
suatu usaha agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, dan dengan adanya pengawasan dapat memperkecil timbulnya hambatan, sedangkan hambatan yang telah terjadi dapat segera diketahui yang kemudian dapat dilakukan tindakan perbaikannya.”
Sementara itu, dari segi hukum administrasi negara, pengawasan dimaknai sebagai
proses kegiatan yang membandingkan apa yang dijalankan, dilaksanakan, atau diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki, direncanakan, atau diperintahkan.”
Hasil pengawasan ini harus dapat menunjukkan sampai di mana terdapat kecocokan dan ketidakcocokan dan menemukan penyebab ketidakcocokan yang muncul. Dalam konteks membangun manajemen pemerintahan publik yang bercirikan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), pengawasan merupakan aspek penting untuk menjaga fungsi pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya. Dalam konteks ini, pengawasan menjadi sama pentingnya dengan penerapan good governance itu sendiri.

Dalam kaitannya dengan akuntabilitas publik, pengawasan merupakan salah satu cara untuk membangun dan menjaga legitimasi warga masyarakat terhadap kinerja pemerintahan dengan menciptakan suatu sistem pengawasan yang efektif, baik pengawasan intern (internal control) maupun pengawasan ekstern (external control). Di samping mendorong adanya pengawasan masyarakat (social control).
Sasaran pengawasan adalah temuan yang menyatakan terjadinya penyimpangan atas rencana atau target. Sementara itu, tindakan yang dapat dilakukan adalah:
a.    mengarahkan atau merekomendasikan perbaikan;
b.    menyarankan agar ditekan adanya pemborosan;
c.    mengoptimalkan pekerjaan untuk mencapai sasaran rencana.

Pada dasarnya ada beberapa jenis pengawasan yang dapat dilakukan, yaitu:
1.      Pengawasan Intern dan Ekstern
Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada di dalam lingkungan unit organisasi yang bersangkutan.” Pengawasan dalam bentuk ini dapat dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) atau pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh inspektorat jenderal pada setiap kementerian dan inspektorat wilayah untuk setiap daerah yang ada di Indonesia, dengan menempatkannya di bawah pengawasan Kementerian Dalam Negeri.
Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang berada di luar unit organisasi yang diawasi. Dalam hal ini di Indonesia adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang merupakan lembaga tinggi negara yang terlepas dari pengaruh kekuasaan manapun. Dalam menjalankan tugasnya, BPK tidak mengabaikan hasil laporan pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah, sehingga sudah sepantasnya di antara keduanya perlu terwujud harmonisasi dalam proses pengawasan keuangan negara. Proses harmonisasi demikian tidak mengurangi independensi BPK untuk tidak memihak dan menilai secara obyektif aktivitas pemerintah.

2.      Pengawasan Preventif dan Represif
Pengawasan preventif lebih dimaksudkan sebagai, “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan.” Lazimnya, pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara lebih besar. Di sisi lain, pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Pengawasan preventif akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung, sehingga penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal.
Di sisi lain, pengawasan represif adalah “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan.” Pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran, di mana anggaran yang telah ditentukan kemudian disampaikan laporannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan pengawasannya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan.

3.      Pengawasan Aktif dan Pasif
Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk “pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan.” Hal ini berbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui “penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.” Di sisi lain, pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak (rechmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya.” Sementara, hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin.”

4.      Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtimatigheid) dan pemeriksaan kebenaran materiil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid).
Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya “korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakannegara dapat berjalan sebagaimana direncanakan.

sumber: http://itjen-depdagri.go.id/article-25-pengertian-pengawasan.html


Sabtu, 17 November 2012

Penggunaan computer di Pasar Internasional



Penggunaan computer di Pasar Internasional
Perusahaan multinasional
Perusahaan multinasional atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi produk, pasar, bangsa, dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. MNC mungkin merupakan bentuk organisasi paling rumit yang keberadaannya saat ini meluas.
                Jenis-jenis organisasi MNC
Temapat yang baik untuk mulai mempelajari pemakaian computer internasional adalah struktur organisasi. Suatu klasifikasi, yang dibuat oleh William Egelhoff dari Fordham University ,mengidentifikasi empat jenis yang berbeda. Menurut  Egelhoff, MNC dapat berorganisasi menurut divisi fungsional sedunia, divisi internasional, wilayah geografis, atau divisi produk sedunia.
                Perlunya koordinasi dalam MNC
Koordinasi merupakan kunci mencapai keuunggulan kompetitif salam pasar global. Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah kenyataan bahwa tantangan koordinasi lebih besar MNC daripada perusahaan yang membatasi aktivitasnya di dalam negri. Kesulitan timbul karena sumber daya yang digunakan MNC tersebar luas. Kabar baiknya adalah kemampuan teknologi informasi dan metodologi pada decade terakhir ini telah membuat koordinasi global menjadi lebih mudah.
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh MNC , keuntungan itu mencakup:
·         Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing diberbagai Negara,dan pasar
·         Kemampuan memberi respon di suatu Negara ,atau wilayah suatau Negara, terhadap perubahan di Negara atau wilayah lain.
·         Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia
·         Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negar
·         Pengurangan keseluruhan biaya operasi
·         Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
·         Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya
Semua keuntungan itu disebabkan karena pengurangan biaya dan waktu komunikasi yang dimungkinkan oleh perbaikan dalam teknologi informasi.

                Penggerak bisnis global
Daya yang mendorong system informasi global yang pertama adalah keinginan untuk mencapai skala (economies of scale). Ketika perusahaan mulai menggunakan computer secara global , mereka mulai menyadari luasnya keuntungan-keuntungan yang tersedia. Keuntungan-keuntungan ini dikenal sebagai penggerak bisnis global. Penggerak bisnis global ,atau GBD ,adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari skala ekonomis dan skop ekonomis, serta kemudian berkontribusi pada strategi bisnis global. Dibawah ini adalah tujuh penggerak yang diidentifikasi melalui survey atas 105 MNC yang berkantor pusat di Amerika Serikat.
·         Sumber daya bersama ,contohnya armada kapal tanker dan pusat-pusat distribusi
·         Operasi yang fleksibel ,misalnya pemogokan serikat buruh menghentikan pabrik satu anak perusahaan ,atau pemasok menaikkan harga bahan baku.
·         Rasionalisasi operasi, penggerak ini bertumpu pada keunggulan-keunggulan local seperti persediaan bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi.
·         Pengurangan resiko, contoh penurunan mata uang suatu Negara.
·         Produk global.
·         Pasokan yang langka, contohnya mesin produksi dan instrument pengujian yang khusus.
·         Pelanggan tingkat perusahaan.
GBD dalam daftar tersebut tidak berlaku untuk semua MNC. Penggerak suatu MNC dipengaruhi oleh industrinya, negara tempat beroperasinya, karakteristik MNC itu sendiri, bahkan unit bisnis di dalam perusahaan tersebut.
Strategi Bisnis Global
Di dalam strategi bisnis global dibagi menjadi 3 strategi lagi antara lain:
·         Strategi Multinasional, strategi multinasioanl mungkin merupakan strategi yang paling tua, karena telah diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis di Eropa sejak sebelum perang dunia II. Perusahaan-perusahaan ini member banyak kebebasan kepada anak perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berada dalam wilayah mereka. Ini merupakan sejenis strategi  “lepas tangan” yaitu perusahaan induk membiarkan para anak perusahaan mengembangkan produk dan praktek mereka sendiri. Banyak MNC yang masih mengikuti strategi multinasional. Dengan pengaturan ini, sitem informasi memudahkan desentralisasi pengambilan keputusan, dan terdiri dari proses dan database yang berdiri sendiri.
·         Stategi Global, sementara strategi multinasional bersifat desentralisasi, strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk. Perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia dengan produk-produk standar. Produk untuk seluruh pasar dunia diproduksi secara sentral dan dikirimkan ke anak-anak perusahaan. Ketika MNC menerapkan strategi global, sebagian besar kapasitas system informasinya berlokasi di perusahaan induk dan terdapat sentralisasi proses dan database.
·         Strategi Internasional
                Strategi transnasional bagi penerapan GIS
Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/kaitan strategi bisnis, sumber daya informasi, pemakaian bersama data internasional, dan lingkungan budaya.
Tujuan GBD:
·         Sumber daya bersama
·         Operasi yang fleksibel
·         Rasionalis operasi
·         Pengurangan resiko
·         Produk global
·         Pasokan yang langka
·         Pelanggan tingkat perusahaan
Masalah dalam menerapkan Sistem informasi global, yaitu:
1.       Pembatasan pembelian dan impor perangkat keras, pemerintah nasional berusaha melindungi perusahaan manufaktur local dan mendorong investasi asing dalam manufaktur local dengan menentukan hanya peralatan yang diproduksi di dalam negeri yang boleh dipergunakan
2.       Pembatasan pemrosesan data, kebijakan nasional mungkin mengharuskan data diproses didalam negri daripada di kirimkan keluar negri dan diproses ditempat lain
Pembatasan Komunikasi Data
                Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus data lintas batas. Arus data lintas batas atau TDF adalah perpindahan data yang dapat dikelompokan menjadi empat jenis, yaitu:
1.       Data operasional, seperti data transaksi dalam system informasi akuntansi
2.       Data pribadi, yanitu data mengenai individu tertentu, misalnya data pemesanan hotel dan penerbangan, dan catatan personil perusahaan
3.       Transfer dana elektronik dari satu Negara ke Negara lain
4.       Data teknik dan ilmiah
Permasalahan teknologi, MNC sering diganggu oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkat teknologi yang dinegara tempat anak perusahaan berada. Perangkat lunak juga dapat menjadi masalah, karena banyak Negara yang tidak menghormati hak cipta perangkat lunak dan membiarkan pasar gelap perangkat lunak berkembang, sejumlah penjual perangkat lunak menolak untuk berbisnis dinegara tersebut.

1.       Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis
Sejumlah hal penting yang menghubungkan GIS dengan strategi bisnis didaftarkan di bawah ini. Tim pengembang harus :
·         Bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
·         Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
·         Menentukan strategi global GIS yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis
·         Menetukan tujuan dari tiap strategi bisnis.
·         Mengidentifikasi  aplikasi yang diperlukan untuk mencapai GIS , dan menentukan prioritasnya
·         Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

2.       Menentukan sumber daya informasi
Tim pengembang harus:
·         Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional
·         Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk da jasa bagi tiap anak perusahaan
·         Membuat spesifikasi standar perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan semua anak perusahaan.
·         Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24jam sehari , tujuh hari seminggu.
·         Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di Negara perusahaan induk

3.       Menyediakan pembagian data
Tim pengembang harus:
·         Mengembangkan suatu model data global yang mendukung  tujuan bisnis global
·         Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC
·         Meneliti peraturan berbagai Negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.
·         Berdasarkan penelitian tersebut ,menentukan apakah data akan dikirimkan melintasi batas Negara atau memprosesnya di Negara tempat anak perusahaan.
·         Menerapkan database


4.       Memperhatikan lingkungan budaya
Tim pengembang harus:
·         Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara Negara-negara tempat anak perusahaan berada dan merumuskan pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak.
·         Membuat survey atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal  secara penerapan.
·         Menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan sehingga personil mereka mendapatkan keahlian dibidang yang kurang mereka kuasai dan meningkatkan keahlian di area yang telah mereka kuasai.
·         Membuat program-program formal yang mempersiapkan para manager perusahaan induk utuk bekerja sama dengan para manager anak perusahaan, dan sebaliknya. Program tersebut harus memperhatikan masalah perbedaan budaya dan cara mengatasinya.